Friday, December 8, 2017

Orkestrasi Perang Gengsi

Perjalanan merupakan catatan itu sendiri. Saya mau berbagi mengenai pelajaran dari Dusun Cetho, Desa Gumeng, Jenawi, Karanganyar.

Dok pribadi 

Bersama bung Reza a.k.a Ken saya berkunjung ke rumah salah satu pelaku seni, seorang relawan, dan juga seorang pemerhati sejarah yaitu bung Agung Setiyono guna kepentingan belajar dan berbagi dari beliau.

Bagi saya pribadi setiap bertemu atau bermain bersama seseorang merupakan proses mendalami perjalanan untuk bekal kehidupan dimasa mendatang.

Bung Agung berbagi mengenai betapa indahnya kehidupan bila tidak terkekang kehidupan masa kini yang seakan berujung pangkal pada materi. Disisi lain leluhur kita telah menanamkan modal cara bertahan hidup melalui tiga hal, ialah manusia dengan tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan manusia. Lantas tidakkah sudah kompleks konteks pembelajaran masa silam dari leluhur untuk melewati perjalanan yang bernama kehidupan tersebut.

Membayangkan kehidupan yang berlandaskan materi memang sangat riskan dengan istilah gengsi, sirik, dan berburuk sangka kepada orang lain. Misalnya saja ketika tetangga kita memiliki kendaraan baru disitu banyak orang membicarakan kemampuan berbelanjanya  dan orang yang membicarakan pasti merelakan waktunya untuk mencari cara instan dengan menggadaikan sertifikat guna mencairkan sedikit uang. Lalu ketika ia bekerja hanya berfikir untuk melunasi utangnya ia rela mengorbankan waktu dan tenaga dengan gaji yang tak seberapa demi kepentingan mengembalikan sertifikat tanah tadi begitu tidak mampu menyisihkan rezeki guna menabung guna urusan lainnya.

Bila diulur dari pembelajaran leluhur sebetulnya hidup memang sangat sederhana. Misalnya ketika seorang yang mengaku bertuhan begitu menjalani kehidupan spiritualnya ia tidak memaksakan keyakinannya pada orang lain tetapi menjalankan perilaku yang mencerminkan cinta kasih dalam kesehariannya. Begitu ketika alam telah menyediakan segalanya sepatutnya seorang itu mengambil kebutuhan dari alam sesuai kebutuhannya saja tidak perlu berlebih guna kepentingan keuntungan semata. Lantas yang terakhir ketika seseorang menebar senyum pada orang lain, berbagi hal hal positif dengan kemampuannya bukankah itu suatu hal yang mulia.

Dari tiga hal tersebut proses memang sungguh sederhana. Katakanlah seorang petani sedang beristirahat disebuah gubuk menikmati seduhan kopi istrinya sembari mengisap ekstrak tembakau dan cengkeh sungguh nikmat hidup petani itu. Berikut ketika seorang yang mengejar materi demi persaingan gengsinya setiap hari hidupnya berjalan monoton dan memikirkan kekurangannya saja bukankah itu mempertanyakan kuasa semesta.

Pelajaran yang saya ambil dari hal hal itu yakni dimasa silam telah mengajarkan bagaimana caranya menikmati hidup dengan cara kita sendiri, bukan karena tuntutan materi.

Terimakasih bung Reza dan bung Agung telah berbagi sedikit pengalaman dan pandangannya terhadap menghargai waktu. Suksma 🙏 Rahayu 🙏.

Alang - Alang 

Friday, December 1, 2017

Jarak Menguatkan Cinta

Setelah mengenal salah satu pioneer Sosial Paradoks. Bung Dwi Prakoso memaparkan beberapa pandangan mengenai Cinta.

Dok pribadi 

Setelah beberapa waktu tidak dapat bertatap muka. Akhirnya semesta mempertemukan saya dengan bung Dwi Prakoso ia salah satu pendiri sekaligus pioneer komunitas jalanan bernama Sosial Paradoks. Menikmati kopi seduh ala beliau dengan rasa pahit sedikit manis saya mencoba mengorek pandangannya mengenai cinta.

Membayangkan cinta pasti kita langsung tertuju pada kisah antara dua sejoli yang sedang berbagi kasih. Terlepas dari kisah percintaan tak bertujuan tersebut sebenarnya kita dapat mengaplikasikan kasih sayang lewat cara yang lain. Misalnya ketika seseorang mengingatkan kepada kita untuk tidak membolos kuliah, tidak mengkonsumsi alkohol berlebih atau apa namanya. Disana terselip cinta yang secara tidak langsung menggunakan jarak sebagai perantara. Karena seseorang yang mengingatkan tersebut tidak memperdulikan cinta untuk dirinya sendiri yang sama sekali tidak terpisahkan jarak secara fisik.

Permisalan diatas menunjukkan kalau seseorang belum dapat merubah dirinya sendiri setidaknya dapat mengingatkan orang lain. Karena apa?, merubah diri sendiri memang sangat sulit. Apabila seseorang belum terlanjur tidakkah itu lebih baik?. Cinta memang seperti itu. Cinta membutuhkan konflik guna memperkokoh sebuah pondasi dan bagaimana cinta dapat menemukan jalan keluar dari sebuah permasalahan.

Jarak menguatkan cinta. Bahkan ia melupakan dirinya sendiri demi seseorang. Cinta butuh konflik agar tidak berjalan monoton dan bersifat temporer.

Terimakasih bung Dwi Prakoso atas pandanganmu sehingga dapat menambah wawasan dan tulisan di blog ini. Sebenarnya Jarak Menguatkan Cinta kurang bila hanya ditulis sedikit seperti ini. Karena saya bukan perangkai kata, hanya sedikit saja yang bisa saya tuliskan kawan. Rahayu 🙏

Alang-alang 

Sunday, November 26, 2017

Perhitungan dan Pertimbangan Berjalan Bersama

Menikmati kopi sembari berkumpul dengan beberapa kawan.
Mendengarkan curhat mereka mengenai pilihan saya mempunyai pendapat yang mungkin kawan kawan blogger pengen membacanya. 

Dok. Pribadi

Bagi saya pribadi pilihan merupakan penjabaran dari kata "antara".Terlepas dari kemajemukan sebuah sudut pandang, pola pikir, maupun jalan hidup disitu ada sebuah tatanan yang begitu rapih untuk mendapatkan kesempatan. Hanya saja guna mendapatkan sebuah keputusan diperlukan orientasi dan pertimbangan yang begitu matang agar memperoleh goal yang tepat.

Seperti sebuah spasi pilihan juga sebuah jarak. Ibarat sebuah jalan kita kadang dengan terpaksa dan tiba tiba harus melewati jalan berkelok juga berlubang. Disitu pasti ada sebuah perhitungan yang matang untuk mengurangi potensi kecelakaan, ingat yang saya tekankan adalah “potensi” bukan “menghindari” karena hal tersebut memang tidak memungkinkan.

Kadang kita berfikir berada pada posisi tengah-tengah antara sebuah pilihan. Pasti perasaan yang ada adalah kita harus memutuskan untuk memilih yang mana. Padahal bagi saya pribadi kita tidak memilihpun kita sudah menentukan pilihan karena kita tidak ingin menyakiti salah satu dari dua pilihan tersebut dan kita memilih berjalan bersama untuk memperindah keadaan.

Melihat dari berbagai curhatan banyak kawan maupun perasaan saya sendiri ketika membuat sebuah pilihan. Mereka berkata harus tega untuk mematikan hal yang bertentangan dengan kita. Tetapi kadang saya berkata lain bagaimana caranya agar saya tidak menyakiti dalam membuat sebuah keputusan dan saya masih memikirkan hal itu.

Terkadang keadaan menuntut cepat dan tega!. Dan saya adalah orang yang tidak tega. Harapan saya pribadi pilihan bisa berjalan bersama bukan menyingkirkan salah satu pilihan terlepas dari sudut pandang, pola pikir, dan jalan hidup!. Terima kasih.

Alang-alang

Tuesday, November 21, 2017

Grasindo Sindoro

Halo pecinta alam

Dok : Pribadi

Puncak Grasindo gunung Sindoro via kledung. Gunung Sindoro berlokasi di kota tembakau Temanggung biasa disebut Gunung kembar karena keberadaannya yg sejajar dengan gunung Sumbing. Gunung yang statusnya masih aktif ini banyak mengundang para pendaki dari berbagai pelosok nusantara.

Disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman di puncak Sindoro. Menurut saya gunung ini spesial, memiliki kaldera dengan diameter besar membuat para pendaki yg ingin berkeliling harus memakan waktu sekitar 60 menit.

Sekonyong-konyong saya merasa begitu berat menuju puncak. Kenapa?, karena kami membawa stok air mineral hanya beberapa liter saja. Dengan begitu saya merasa harus segera mencapai puncak. Dengan dorongan semangat yang lugas akhirnya saya mencapai puncak Sindoro.

Melihat sekeliling kaldera berasap membumbung membuat hati tertegun, pikiran tenang. Karya Yang Esa memang dapat menenangkan rohani maupun jasmani. Sejenak melupakan hiruk pikuk kota, masalah yang sedang berkecamuk dalam beberapa hari terakhir.

Memang begitu sulit menorehkan pengalaman ini dengan tulisan, tapi tak apa sedikit belajar dari karya Maha segala Maha memang harus dengan hati. 

Sunday, September 10, 2017

Jalan Tembus Tawangmangu

Halo apa kabar kawanku?. Lama tidak menyapa linimasa kawan kawan nih.
Kali ini ane mau cerita tongkrongan pinggir jalan sekitar Tawangmangu.

Dok : pribadi

Mungkin kawan kawan sering dengar jalan ini atau bahkan pernah lewat salah satu jalan primadona pemuda pemudi Karanganyar ini. Yak biasa disebut jalan tembus jalan dengan panjang sekitar 5 km ini adalah jalan menuju perbatasan jawa Timur dan Jawa Tengah terletak di lereng Gunung Lawu. Jalan ini berkelok mesra mulai dari awal kita memasukinya. 

Ketika kawan kawan melalui jalan ini saya pastikan kalian akan disambut dengan keramahan penduduk, kebun sayur sayuran hijau, dsb. Ketika teman teman lapar atau haus sebaiknya berhenti di warung warung yg berjajar rapi untuk sekedar menikmati secangkir kopi dan semangkuk penthol khas Tawangmangu. 

Ingin berfoto?, ini merupakan tempat fotk terbaik dengan latar belakang puncak lawu, kebun kebun sayur, dll. Untuk teman teman yang sedang berlibur untuk waktu beberapa hari disini juga banyak villa, kamar, maupun hotel berbintang. Lokasi yg strategis karena ingin berwisata ke grojogan sewu atau telaga sarangan dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun naik ojek. 

Terima kasih saudaraku telah membaca tulisan saya, semoga bermanfaat. Salam Lestari. 

Thursday, July 13, 2017

Puncak Lawu : Hargodumilah

Salam gaes. Salam hijau! 
Kembali lagi ke Karanganyar yaa, Jakarta udah kemarin ceritanya. 

Dok : pribadi 

Beberapa waktu lalu saya habis naik gunung Lawu gaes. Lewat jalur pendakian candi cetho Jenawi gaes. Ya cerita ini berawal setelah selesai ujian nasional saya berencana ingin mendaki gunung untuk menyatakan syukur telah melewati berbagai ujian diSMA. 

Karena disini bercerita tentang hargodumilah saya cuma ingin berbagi dengan teman teman kalau pemandangan dari puncak gunung lawu kita dapat menikmati view 2 provinsi dan beberapa kota dijawa tengah maupun jawa timur. 

Untuk medan menuju puncak sendiri saya rasa cukup menegangkan. Bentuk jalan yg masih tanah dan berkerikil sekaligus hampir 45 derajat sudut kemiringanya maka kita diharuskan merangkak untuk menggapai puncak. 

Dari puncak hargodumilah ini kalau keadaan langit sedang tidak mendung, kita dapat melihat beberapa puncak lain seperti mahameru, merapi, merbabu, sindoro, sumbing. Puncak ini juga akan memanjakan mata dengan puncak lawu yg lain seperti hargodumiling dan hargodalem. 

Untuk teman teman yg ingin datang kesini tolong menghormati berbagai pantangan lawu + menghargai gunung ini. Terima kasih. Salam Lestari! 

Monday, July 10, 2017

Cerita Hammersonic 2017 (Bagian 3)

Hails metalhead!
Udah nunggu kisah perjuangan menuju Hammersonic!
Bagian ini adalah akhir cerita dari bagian sebelumnya gaes!

Original photo by : Irfan Nurhafid

Ya setelah menginap sekitar 2 jam ane langsung menuju pasar senen gaes. Kenapa pasar senen?, ya itu adalah satu satunya tempat yg kami tahu untuk moda transportasi menuju Ecopark Ancol. Sekitar pukul 13:00 ane dah sampe venue dan langsung masuk gaes disambut oleh jagoan deathcore asal Bandung Revenge The Fate.

Setelah beberapa band memanaskan Hammer Stage dan Sonic Stage akhirnya salah satu band idola saya manggung gaes yah jagoan Hardcore asal negeri paman sam Earth Crisis, saya juga ikut membuat lingkaran + berheadbang ria bersama mereka dalam hawa sejuk bersemulur angin.

Earth Crisis pun selesai berikutnya juga jagoan asal negeri pamansam WhiteChapel band yg akhir akhir ini saya sukai karena materi lagunya yg sangat berbobot. Berisi tentang isu sosial dan isu ketergantungan anak muda masa kini. Konsep yg begitu megah memang ditampilkan oleh pihak penyelenggara.

The Almighty Megadeth!. Raja Trash Metal dunia ini menjadi penutup acara dengan durasi manggung sekitar 2 jam membuat suasana kuping menjadi bergetar kepala tak bisa berhenti bergeleng. Tak terasa pesta metalhead Asia Tenggara ini telah selesai. Suguhan panggung yang megah tata lampu yang elok foodcourt + stand merchandising yg super gila harga + rasanya. Harga minuman beralkohol yg lebih murah dari harga minuman biasa.

Haram rasanya jika saya tak menceritakan pengalaman saya mengenai pengalaman saya melihat festival musik super megah ini. Semoga tahun depan ada tabungan lebih. Bisa bergabung dengan metalhead tanah air yg lain. Salam! Salut! Badassss!

Originall posters by : hammersonic



Sunday, July 9, 2017

Cerita Hammersonic 2017 (Bagian 2)

Hails metalhead!
Oke saya mau melanjutkan Cerita Hammersonic bagian 1 ya gaes.


Setelah merasa tabungan cukup. Saya mulai mencari teman dari daerah Karanganyar melalui beberapa media sosial. Setelah banyak kenalan yang saya hubungi akhirnya mas Irfan dan mas Rinno mau saya ajak berangkat bareng.

Sekitar pertengahan maret 2017 saya bersama mereka mulai menuju salah satu toko ritel di Karanganyar (maklum karena beli tiket online masih bingung)  untuk membeli tiket Kereta Api paling murah yaitu KA Bengawan tujuan ST. Pasar Senen.

Akhirnya setelah penantian panjang tanggal 6 Mei 2017 saya berangkat menuju Ibukota melalui stasiun Purwosari Solo. Dipelataran stasiun saya mendapati banyak metalhead kota Bengawan yg akan menuju pesta metal Indonesia tersebut.

Sekitar tanggal 7 dinihari saya telah tiba dikota tujuan, ditengah dinginnya malam saya kaget karena baru pertama kali melihat kota sebesar Jakarta yg masih sangat ramai dalam hiruk pikuknya malam. Saya langsung menuju rumah seorang kenalan mas Irfan yg mempunyai kontrakan disekitar stasiun.

Oke para metalhead kita cerita mengenai di dalam venue saya ceritakan diBagian 3 yes. Matur nuwun. 

Saturday, July 8, 2017

Cerita Hammersonic 2017 (Bagian 1)

Halo para metalhead nusantara!!
Masih hangat kan atas kehadiran Megadeth beberapa waktu lalu

Berawal dari sebuah komunitas kecil didesa dan datang ke acara lokal/Internasional disekitar Soloraya. Saya mulai menyukai dan belajar memahami tentang musik cadas. Sebelumnya sejak Rock In Solo 2012 saya selalu hadir hingga pagelaran tahun 2015(karena 2016 tidak ada RIS). 

Semua bermula ketika waktu itu salah satu band favorit saya Bullet For My Valentine diundang untuk main ke Hammersonic  2014. Waktu itu saya masih sekolah SMA dan tidak mendapatkan izin untuk datang langsung ke Jakarta oleh ortu saya.

Ketika pulang sekolah saya mencoba memantau festival musik tersebut melalui media sosial dan mendapat kabar bahwa acara tersebut disiarkan langsung oleh Digilive. Sejak pulang sekolah sampai tengah malam saya melihat layar monitor komputer untuk melihat band band lokal maupun internasional digelaran cadas itu.

Setelah hari itu saya mulai menyisihkan uang saku mulai 1000-2000 tiap hari karena saya percaya akan petuah "Sedikit Sedikit lama-lama menjadi bukit". Sekitar bulan Desember 2016 saya rasa tabungan saya cukup untuk membeli tiket, akomodasi, & transportasi.

Karena waktu tidak banyak untuk menulis tunggu kisah saya di Bagian 2  ya gaes. Matur nuwun. 

Wednesday, July 5, 2017

Kebun Teh Kemuning!

Yuhuu gaes! 
Siapa nih pecinta Teh?. Yak!. Kali ini ane mau bahas tentang kebun teh Kemuning gaes. 


Mungkin pada sudah tau ya gaes?, salah satu destinasi wisata unggulan di bumi Intanpari ini. Suguhan kebun teh sejauh mata memandang membuat kita betah dan seperti lupa akan masalah. Perkebunan milik militer ini berada tepat di lereng lawu gaes. 

Panorama yg memanjakan mata & perasaan ini seakan memberikan energi positif bagi siapa saja yg bisa menikmati karya 3D Tuhan ini gaes. Ketika adzan subuh berkumandang para pemetik teh sudah mulai memilih daun daun teh terbaik untuk dipasarkan gaes. 

Di Kebun Teh Kemuning ini juga terdapat wisata lain gais mulai dari wisata kuliner, wisata air terjun, wisata candi cetho, & paralayang. Selain itu biaya ke kebun teh ini tidak muluk muluk gaes karena gratis. 

Di sekitaran perkebunan ini juga baru saja dibuka bukit Telettubis gaes(belum ada foto, belum kesana lagi). Ya projek baru pemerintah Kab. Karanganyar disini adalah membangun sebuah jembatan kaca sejauh 70m gaes, tetapi kapan projek tersebut mulai direalisasikan saya juga belum tahu. 

Karena ini adalah perkebunan teh. Kalian juga bisa membawa pulang buah tangan yaitu teh khas Kemuning, yg khas dari teh tersebut adalah banyak pilihan rasanya gaes(original, Jeruk, Kopi, dll). Banyak ditemukan di warung warung pinggir jalan sekitaran perkebunan. 

Keindahan ini jangan sampai rusak yaa gaes. Karena ane warga lokal yg kena imbas langsung ini ane berharap kedepan kebun teh ini tetap asri, elok, dan nyaman bagi siapapun yg berkunjung. Terima kasih. Salam Rahayu!. 

Tuesday, July 4, 2017

Bukit Tambang Trengguli

Aey aey gaes! 
Sekarang kita engga bahas Air Terjun lagi nih. Kita mau bahas yg lain lagi!. 


Tambang?, yah bukit ini terbentuk karena bekas tambang batu kapur gaes. Akibat eksplorasi ilegal yg berkepanjangan dan setelah para warga sadar akan akibatnya. Dihentikannya proses tambang tersebut membuat tempat tersebut beralih fungsi menjadi spot foto. 

Oh ya gaes bukit ini terletak di kecamatan Jenawi, Kabupatèn Karanganyar. Tepatnya arah air terjun Sewawar. Tepat sebelum turunan curam gaes. Tempat ini juga bagus buat menikmati sunset gaes, menawarkan pemandangan asrinya dusun anggrasmanis, air terjun sewawar dari kejauhan. 

Memang saat ini tampaknya para kuasa ingin memberitahukan pada dunia kalau Karanganyar engga Grojogan sewu melulu tujuan wisata utamanya. Pengelolaan yg bersih serta infrastruktur yg memadai akan cepat membuat tempat ini berkembang  pesat gaes!. Sekian. Salam Rahayu!.

Monday, July 3, 2017

Grojogan Jurang Jero

Hay hay gaes!
Salam hangat kawula muda Intanpari

Oke gaes, Karena ane orang Karanganyar sekaligus bukan orang tajir maka dari itu ane sementara ini masih bercerita tentang pengalaman berkeliling sekitar Soloraya. 

Kabar baik bagi kawula hits Intanpari. Karena kali ini ane mau bahas tentang air terjun lagi nih. Ya Jurang Jero nama tempat itu, saya mencari tempat tersebut keliling keliling bak penjual siomay kesana kesini baru ketemu. 

Disebuah dusun selatan pasar Karangpandan terdapat air terjun yg cukup deras sekaligus memiliki ketinggian sekitar  30 an meter. Terletak dibelakang pekarangan warga air terjun ini bersembunyi, tampaknya takut kalo dijamah ntar kealamianya hilang. Air terjun ini sama sekali tak ada sampah yg bertebaran, sekaligus akses menuju tempat tersebut yg relatif sulit. 

Oh ya bagi yg mau tanya parkir dimana, kendaraan kalian dititipin di rumah warga aja gaes, disini ga ada tempat parkir sekaligus akses menuju tkp masih gratis. Himbauan bagi kalian yg mau ambil foto tolong hati hati, banyak lumut diarea bebatuan sehingga licin. 

Saya melihat potensi baru dari daerah Karangpandan selain patung semarnya. Semoga pihak terkait segera membangun infrastruktur menuju Jurang jero, sekaligus memberi harapan baru bagi warga sekitar untuk meningkatkan kondisi ekonominya. Terima kasih. Salam Lestari. 

Air Terjun Jumog Janti

Yuhuu Karanganyar lagi gaes!
Tebak apa?, yak!, air terjun tersembunyi gaes!

Halo warga Intanpari?, sudah taukah kalian mengenai air terjun Jumog Janti?, ini bukan air terjun Jumog yg di Ngargoyoso maupun Grojogan Sewu di Tawangmangu loh, melainkan di sekitaran pasar Balong Jenawi gaes.

Berawal dari motoran keliling Karanganyar melewati kecamatan Mojogedang, Karangpandan, Ngargoyoso, lalu istirahat sambil ngopi di pelataran terminal Jenawi ane bersama teman saya berbincang dengan penjual kopi tersebut.

Ia menceritakan tentang air terjun yang berada di selatan SMPN 1 Jenawi, bahwa disana ada sebuah air terjun yg masih alami belum terjamah sama sekali. Ia menuturkan harapan  kedepan terhadap para Kuasa untuk mengangkat daerah tersebut untuk dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan di Jenawi.

Singkat cerita setelah dibuat penasaran olehnya. Ane mulai tancap gas ke tkp gaes. Setelah sampai tkp ane seperti melihat Aura Kasih sungguh indah nikmat tuhan ini dikelilingi oleh kebun karet, perkebunan warga serta pepohonan bambu gaes.

Setelah berfoto ria rasanya hambar kalo tidak mandi gaes. Uhhh, seger gaes emang pesona lawu tak ada habisnya ya. Sampe ga sadar kalo udah maghrib ternyata gaes. Saya rekomendasikan kalian berkunjung kesini gaes!

Akhir akhir ini tampaknya masyarakat Jenawi sedang gencar gencarnya memamerkan keindahan alamnya gaes. Selain tempat ini ada juga Air Terjun Sewawar, Sedinding, Ringin Jenggot, ada juga 3 goa yg membentuk garis segitiga gaes yaitu goa Tlorong, Goa Bedah, & Goa Sriti, semuanya akan kita kupas tapi di postingan berikutnya ya gaes.



Sunday, July 2, 2017

Tlogo Dlingo

Halo gaes!
Ada tempat menarik diKaranganyar nih 

Saatnya cerita tempat unik dari daerah sendiri gaes, yaitu Tlogo Dlingo sebuah lapangan yg terletak dibawah jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang lebih tepatnya jalan kearah bukit mongkrang.

Yaaa ane mau cerita nih pengalaman foto ditempat ini. Sebetulnya ini cuman lapangan tetapi lagi agak hits dikalangan anak muda Karanganyar. Yes! Lapangan ini menawarkan background foto mulai dari bukit mongkrang, puncak lawu, petani sayur, maupun sapi yg sedang di angon.

Tlogo dlingo sendiri merupakan perkampungan penduduk gaes, kalo kalian pernah kesana kalian pasti disambut warganya dengan ramah. Selain itu tempat ini juga bagus buat camping gaes buat kalian yg ga kuat naik gunung lawu, karena menurut saya tempat ini begitu indah nan alami. Oh ya gaes karena ane orang Karanganyar jangan lupa ya makan makanan khas daerah tlogo dlingo yaitu sate kelinci.

Ini baru satu cerita dari Karanganyar gaes!, nantikan sisi lain dari Karanganyar dipostingan berikutnya yaa gais, salam, Rahayu!.


Bukit Cumbri

Oke gaes!
Selamat datang diblog baru saya
Bukit Cumbri merupakan salah satu destinasi wisata baru diperbatasan Jawa Tengah & Jawa Timur yaitu antara Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri. Bukit Cumbri menawarkan view yg tidak diragukan lagi yaitu dua kabupaten diantara dua provinsi yang sangat jelas, selain itu sawah sawah, bukit bukit juga merupakan view utama destinasi wisata baru tersebut.

Menurut salah satu warga daerah tersebut bukit cumbri terbentuk oleh rayap rayap yg menggunung, bukan hanya satu mitos saja tapi banyak mintos selain itu, seperti kera, burung cokbri, garis lurus lawu dan lain lain.

Jujur saja ya, ane memang takjub dengan pemandangan dari atas sini, spot foto yg tiap sudutnya selalu bagus, sunrise & sunset yg bisa dinikmati lewat puncak gunung ini. Udah ya gaes ntar kalo ane cerita semuanya kalian ga penasaran dong, makanya datang sendiri. Ingat wista dalam negeri tidak kalah dengan luar negeri ya gaes. Be Indonesian!!.

Semoga destinasi wisata baru tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar dan tradisi yg saya amati masih dipegang kuat oleh penduduk sekitar, terima kasih semoga tulisan saya membantu.

Lihat yuk :


Orkestrasi Perang Gengsi